Basarnas Jakarta Gelar Pelatihan Teknik Pertolongan di Ketinggian Bagi Potensi SAR


Tangerang – Negara Indonesia merupakan daerah rawan bencana karena terletak dalam lintasan Ring Of Fire dimana sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi, sehingga Negara Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana. Disamping itu negara kita juga berada diantara dua benua dan dua samudera, dimana banyak sekali moda transportasi laut dan udara internasional yang melintasi negara kita sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan pelayaran dan penerbangan hingga kondisi yang membahayakan manusia. 


Bencana ataupun kecelakaan memiliki sifat Unpredictable atau tidak dapat kita prediksi sebelumnya dimana dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja. Maka dari itu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian menjadi Leading Sector di bidang pencarian dan pertolongan dan bertanggung jawab secara penuh terhadap operasi pencarian dan pertolongan. Dengan keterbasan yang ada saat ini, BASARNAS tidak bisa bekerja sendiri dan perlu peran serta dari seluruh stakeholder dan masyarakat pada umumnya sebagai potensi pencarian dan pertolongan.


Karena itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Unit Pelaksana Teknis Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mengadakan Latihan Potensi SAR 2019 pada tanggal 30 September s.d. 4 Oktober 2019 yang diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari  TNI, Polri, Lembaga Pemerintah, Swasta, serta Organisasi Masyarakat. Dalam pelatihan potensi SAR tahun ini akan diberikan materi dan praktek mengenai teknik pertolongan di ketinggian atau yang lebih dikenal dengan nama High Angle Rescue Technique (HART). Direktur Bina Potensi, Marsekal Pertama TNI,  F. Indrajaya, S.E., dalam membuka pelatihan tersebut menegaskan bahwa seorang penolong harus memiliki fisik dan stamina yang prima agar dapat melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan khususnya di medan ketinggian, kemudian penolong juga harus memiliki mental baja dan memiliki kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pencarian dan pertolongan.


“Kami berharap bahwa melalui pelatihan ini seluruh potensi SAR memiliki kompetensi dalam bidang pencarian dan pertolongan, juga dapat terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi SAR dan mampu mempersingkat response time sehingga dapat meminimalisir korban jiwa dalam pelaksanaan operasi SAR.” tutup Direktur Bina Potensi, Marsekal Pertama TNI,  F. Indrajaya, S.E., ketika jumpa pers dalam acara tersebut. 
HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : jakartaadmin
30 September 15:00 WIB