Bazar dan Buka Puasa Keluarga Besar Kantor Pusat Basarnas


JAKARTA - Rabu (14/6/2017) seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan suci Ramadhan Keluarga Besar Kantor Pusat Basarnas kembali menyelenggarakan buka puasa bersama. Bersamaan dengan acara tersebut diselenggarakan pula bazar dan santunan anak-anak Binaan Yayasan At Taqwa Sunter.Bertempat di lobi dan halaman gedung Basarnas, bazar tidak hanya diikuti oleh pegawai dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat saja. Banyak dari pihak luar Basarnas mengikuti bazar yang diselenggarakan oleh DWP Pusat. Begitupun DWP Kantor SAR Jakarta yang tidak mau kalah dalam menjajakan barang dagangannga di bazar ini.Kepala Basarnas M. Syaugi, S.Sos., MM didampingi Ibu Ketua DWP Pusat Luli Syaugi secara resmi membuka bazar Tahun 2017 dengan melakukan pengguntingan pita.

Dalam sambutannya Kabasarnas mengatakan bahwa ia menyambut kegiatan bazar Ramadhan ini, yang mana bazar ramadhan DWP Pusat ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H. "Bazar Ramadhan ini saya nilai merupakan tradisi yang sangat positif, disamping untuk memenuhi keperluan para pegawai di lingkungan Basarnas, juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitar Basarnas", ujarnya.Jenderal bintang dua menambahkan bahwa bazar ini juga menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan kuliner baik menu untuk berbuka puasa maupun kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Syaugi berharap penyelenggaraan bazar ramadhan seperti ini dapat kembali dilaksanakan ditahun berikutnya.Sore harinya, di gedung serba guna lantai 12 Keluarga Besar Kantor Pusat Basarnas dan DWP Pusat melaksanakan buka bersama. Tidak hanya santunan anak yatim, seluruh pegawai Basarnas juga disuguhkan siraman rohani berupa ceramah singkat sambil menunggu waktu berbuka puasa. 

Sebelum disampaikan siraman rohani dari Ustad Wahid Rahman, Kabasarnas menyampaikan bahwa kondisi negeri saat ini, mulai dari kejahatan jalan sampai dengan berita-berita tidak benar atau lebih dikenal dengan hoax yang berisikan ujaran kebencian. "Semoga pada bulan Ramadhan ini kita lebih bisa menata diri, menahan diri, dan meningkatkan rasa cinta kita kepada tanah air dan bangsa, lebih mempersatukan jiwa segenap raga kita untuk memperkokoh pesatuan dan kesatuan bangsa", tuturnya.Ustad Wahid Rahman, dalam ceramahnya menyampaikan keutamaan ibadah di bulan suci Ramadhan. Dikatakannya saat saat bulan Ramadhan, masjid di Mekkah menjelang akhir Ramadhan semakin ramai oleh jamaah. Hal ini sangat berbeda dengan Indonesia yang ramai hanya di awal puasa. Selanjutnya yg ramai adalah mall maupun jalan raya menjelang mudik.Ustad menambahkan hendaknya keimanan manusia janganlah bersifat kondisional.

Datang kepada ALLAH saat sedang mendapat ujian."Manusia klo diuji biasanya ibadahnya rajin, berdoanya sambil menangis memohon ampunan ALLAH SWT. Jika sudah tidak diuji ibadahnya menurun dan jarang. Keimanan seperti inilah yang disebut dengan iman sesuai kondisi yang sedang dialami manusia", tegasnya.Ceramah yang disampaikan ini tentunya diharapkan dapat memotivasi seluruh pegawai Kantor Pusat Basarnas untuk lebih meningkatkan ibadah dan keimanannya tidak hanya di bulan Ramadhan, namun juga di bulan-bulan lainnya.Diakhir acara, usai membatalkan puasa para pegawai melaksanakan sholat maghrib berjamaah dan makan malam bersama. (an)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : didit
15 June 7:50 WIB