PELAKSANAAN SAR CHALLENGE


 

Kegiatan “3rd National SAR Challenge”dibuka secara resmi dan diprakarsai oleh Kepala Badan SAR Nasional serta Direktorat Operasi dan Latihan Basarnas pada tanggal 22 s/d 26 Februari 2012 di Komplek Bumi Perkemahan Cibuburyangditandai dengan penembakan pistol flare (pistol signal)dan disambut meriah oleh para peserta yang berasal dari berbagai macam daerah Kantor SAR seluruh indonesia.{READMORE}

Kegiatan diawali dengan tantangan untuk mendirikan tenda dan peralatan komunikasi oleh masing-masing peserta perwakilan tiap Kantor SAR daerah. Sebelum masuk ke sesi peralatan komunikasi, kegiatan diselingi dengan Technical Meeting dan sekaligus pemotongan tumpeng oleh Kasubdit Siaga, Latihan dan Standarisasi, Didi Hamzar, Ssos, MM  yang secara simbolis menandakan dimulainya rangkaian kegiatan SAR Challenge tersebut.

Pada sesi perakitan peralatan komunikasi, peserta lomba diberi tantangan  untuk merakit antenna sesuai frekuensi yang telah ditentukan panitia.  Memotong kabel, memasang perangkat radio HF (SSB.red ), power supply, mengaplikasikan rumus pembuatan  antenna  sampai dengan membentangkan antenna berjenis Open Dipole merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh personil rescue.

Tantangan ini diberikan dengan harapan setelah personil  rescue tiba di suatu tempat dimana operasi SAR berlangsung, maka personil dapat membuat jaring komunikasi radio yang baik untuk kepentingan operasi SAR. Panitia hanya memberi waktu 30 menit untuk sesi peralatan komunikasi. Hal ini memaksa peserta bekerja cepat dalam menyelesaikannya. Pada akhir tantangan peserta harus mampu berkomunikasi dengan stasiun lawan ( Kantor SAR lain ) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jika di awal kegiatan  kemampuan individu yang di jajal, maka dihari berikutnya adalah kerjasama dari seluruh anggota tim  yang di ujidengan tahapan pengundian. Kegiatan  terbagi  menjadi 4 ( empat ) jenis tantangan yaitu : penyelamatan korban di gedung runtuh (CSSR), Teknik pertolongan di ketinggian ( High Angle Rescue Tecnique ), Teknik pertolongan di air (Water Rescue ) dan Pertolongan korban kecelakaan di jalan raya (Road Accident Rescue).

Setelah pengundian dilakukan maka setiap tim bergerak menuju lokasi tantangan sesuai hasil undian masing-masing. Lalu akan berpindah lokasi lagi untuk tantangan yang lain. Berusaha mengeluarkan seorang korban yang terhimpit di dalam kendaraan roda empat menjadi skenario kasus di tantangan Road Accident Rescue (RAR). Pintu yang terkunci menjadi satu-satunya akses untuk meraih korban. Oleh karena itu dengan memakai peralatan khusus pintu mobil pun di hancurkan. Lantas dilakukan penanganan terhadap korban di dalamnya untuk kemudian  di evakuasi keluar kendaraan. “ kami kesulitan memasang pelindung leher (neck collar.red) pada korban akibat salah pemilihan ukuran neck collar , namun masih dapat kami atasi “ ujar salah satu pesertaasal Kantor SAR Jakartaketika selesai berlomba.

Jika pada tantangan RAR yang dihancurkan adalah kendaraan roda empat, lain halnya dengan pertolongan korban di gedung runtuh. Sebuah dinding beton setebal kurang lebih 20 cm disiapkan oleh panitia untuk men-simulasi bahwa korban yang hendak ditolong berada di sebelah dinding beton tadi. Rescuer  dapat menjangkau korban hanya dengan menjebol dinding tersebut. Peralatan penghancur seperti Hammer Drill dan rescue cutter menjadi senjata rescuer (penolong.red) untuk menghancurkan dinding tersebut. Setelah terbuat lubang pada dinding dan cukup bagi penolong untuk masuk maka penolong akan masuk dan berusaha menyelamatkan korban.

Pada lokasi yang berbeda yaitu pertolongan di air, peserta dihadapkan pada kasus terjadinyaperahu terbalik di tengah danau. Korban terdiri dari 2 (dua) orang dengan kondisi satu orang selamat dan satu orang lagi tidak sadarkan diri. Saat itu lah Tim SAR Challenge dari Kantor SAR Jakarta berkompetisi oleh Tim Kantor SAR Lain untukberenang menuju kedua korban untuk di evakuasi keatas perahu karet yang sudah ada.

Lain lagi yang harus dilakukan oleh para Tim SAR Challenge dalam tantangan di ketinggian. Seseorang dilaporkan terjatuh di jurang. Untuk ituTim SAR Challenge dari Kantor SAR Jakarta berkompetisi oleh Tim Kantor Sar Lainberupaya mengangkat tubuh korban dari jurang untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan keterbatasan waktu yang diberi oleh tim juri memaksa tim bekerja sangat cepat. Tak jarang akibat terburu-buru personil rescue justru terjatuh ketika sedang bekerja. Namun kalah dan menang dalam sebuah lomba adalah hal yang biasa ujar Kepala Badan SAR Nasional pada sesi  wawancara dengan media seusai upacara pembukaan berlangsung. Sehingga  kemampuan yang terukur mudah-mudahan akan diperoleh melalui kegiatan ini, pungkasnya.

Dalam kegiatan ini Kansar Surabaya sebagai juara bertahan berhasil mempertahankan gelarnya, Kantor SAR Medan mendapatkan 1 penghargaan emas di bidang SAR Plan, Kantor SAR jakarta mendapatkan 1 penghargaan emas di bidang individual skill, Kantor SAR Makassar mendapatkan 1 penghargaan emas dibidang komunikasi, dan Kantor SAR Biak mendapatkan 1 penghargaan emas dibidang Fitness drill.

“Kepada juara umum, saya berharap tidak sombong, tetapi menjadi motivasi dan tetap mempertahankan eksistensinya dalam kemampuan dan kekompakan. Kepada tim yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Kalian harus tetap berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik, teruslah berlatih dan meningkatkan kemampuan agar pada tahun-tahun berikutnya bisa menjadi yang terbaik dari yang baik,”jelas Sekretaris Utama (Sestama) Badan SAR Nasional Drs Max Ruland B, MM, MSc seusai menutup kegiatan Nasional SAR Challenge ke-3 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 26 Februari 2012 Minggu sore pukul 17.00 WIB.

Penutupan yang diiringi turunnya hujan tersebut diikuti oleh seluruh peserta, Kasi, Kasubsi Operasi, dan Kepala Kantor SAR se-Indonesia serta para tamu undangan. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sestama, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo, SIP berpesan kepada seluruh Kepala Kantor SAR agar terus menerus membina, memelihara, dan meningkatkan kemampuan personelnya. (nt/hmsjkt)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
28 February 14:13 WIB