PUPUK RASA KESATUAN DAN PERSATUAN MELALUI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-111


Tangerang – Memaknai Hari Kebangkitan nasional merupakan masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, serta Nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maka dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-111, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta melaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh pegawai pada hari Senin (05/20).Terdapat beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui sambutan tertulis yang akan di bacakan oleh Hendra Sudirman S.E., M.Si., selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dengan mengusung tema “Bangkit Untuk Bersatu” dimana kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu pesan yang disampaikan dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: ”Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gajah, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, ini sangat relevan jika dimaknai denan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Lanjutnya, kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Telah lebih dari satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tidak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat dan keterbelahan sosial dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia. Bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada ujung bulan Ramadhan nanti, kita bisa seperti Mahapayih Gadjah Mada, mengakhiri bulan puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Kemudian beliau melanjutkan bahwa Bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad, kuncinya adalah dwilingga salin suara yaitu Gotong Royong. Bukan hanya di tanah Jawa, semangat persatuan dan gotong royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia. Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama dengan negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar bahkan lima besar dunia dalam 10 sampai 30 tahun mendatang dengan kunci yang terletak pada hasrat kita untuk menjaga momentum san iklim yang tenang untuk bekerja serta kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Upacara yang berlangsung dengan hikmad dan bertempat di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta. Harapan dalam peringatan kali ini dengan memperbaharui semangat perjuangan, gotong-royong dan kolaborasi sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. (Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
20 May 10:00 WIB