Tim SAR Gabungan Maksimalkan Pencarian Pada Hari Kedua, Juru Mudi KM Bone I Belum Juga Ditemukan


Jakarta – Upaya pencarian terhadap Firdaus (40), seorang juru mudi KM Bone I yang tenggelam di perairan Teluk Jakarta pada minggu (22/9) masih belum membuahkan hasil hingga sore ini. “Seluruh tim SAR gabungan sudah melakukan upaya pencarian secara maksimal pada hari kedua ini namun korban belum juga kita temukan, rencana penyisiran akan dilanjutkan besok pagi sementara kita lanjutkan dengan pemantauan.” Tegas Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini. Beliau juga menegaskan bahwa pada pencarian hari ini tim SAR gabungan terbagi menjadi 3 (tiga) SRU dimana pada SRU pertama melakukan pencarian disebelah Barat lokasi kejadian seluas 3Nm² menggunakan kapal peguyuban nelayan Kali Baru, kemudian pada SRU kedua melakukan pencarian menggunakan RIB 03 Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mencari seluas 3Nm² di sektor tengah sebelah barat lokasi kejadian, dan untuk SRU ketiga menggunakan Kapal Patroli Polair mencari seluas 3Nm² di sektor kanan, disekitar LKP. Selain itu juga tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan menebarkan informasi tentang kejadian tersebut terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut agar memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda dari korban.

Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan seperti ABK KN SAR 246 KARNA, KP Pelatuk 3013 Polair Baharkam, KP SBU 017 Polair Polda Metro, KM Madinah Jaya, KM Madinah Jaya I, KM Ema putri II, KM Kemenangan Jaya, KM Mutiara Jaya AK, KM Putra Bone I, KM KMD Jaya B,  Km Bintang Harapan V, KM Bintang Harapan VII, KM Sinar HarapaN dan KM Berlian IV. Sebelumnya diketahui kejadian bermula pada minggu (22/9), saat KM Putra Bone I bergerak dari sekitar Pulau Bidadari menuju Pulau Ayer, dalam perjalanan pengemudi kapal/korban meminta digantikan oleh Nakhoda untuk buang air, 10 menit berlalu korban tidak kunjung kembali dan setelah mencari korban tidak berada di kapal mengetahui itu Nakhoda menghentikan kapalnya dan mencurigai korban terjatuh ke laut saat buang air di dalam perjalanan menuju sekitaran pulau Ayer. Dikarenakan sampai pencarian sore ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban, dan pencarian akan dilanjutkan pada esok hari. (HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
23 September 18:30 WIB