WAKIL BUPATI SUKABUMI PANTAU TIM SAR GABUNGAN MELAKUKAN PENCARIAN TERHADAP NELAYAN YANG HILANG


Sukabumi – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang saat sedang menarik perahunya yang pada saat itu dalam kondisi mati mesin bersama rekannya menuju darat di perairan Pantai Ketapang Condong, Citepus, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Memasuki operasi SAR hari ke empat, Drs. H. Adjo Sardjono, MM selaku Wakil Bupati Sukabumi di dampingi oleh Faber Sinaga selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Sukabumi turut memantau secara langsung proses pencarian terhadap Asep Setiawan (47) yang merupakan salah seorang warga Kp Marinjung Girang, Karangpapak, Cisolok, Jawa Barat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Sukabumi, Polair Pelabuhan Ratu, Polsek Pelabuhan Ratu, Sarda Kab. Sukabumi, BPBD Kab. Sukabumi, Satpol PP Kab. Sukabumi, Relawan CBI, Relawan Probumi, Relawan Gibas, Balawista Pelabuhan Ratu, dan masyarakat, serta keluarga. Dengan mengerahkan 1 unit Rubber boat, 1 unit  Kapal Patroli Polairud, 1 unit ATV (All Terrain Vehicle), 1 unit Sepeda Motor Trail.

“Proses pencarian hari ini tim SAR gabungan terbagi menjadi 3 SRU, untuk pencarian pada jalur laut menggunakan Rubber boat dan Kapal Patroli Polairud. Kemudian untuk pencarian pada jalur darat menggunakan ATV (All Terrain Vehicle) dan sepeda motor trail, serta pada hari keempat ini kami memperluas area pencarian dengan harapan berhasil menemukan korban.” tegas I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., selaku PLH Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta sekaligus SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR.

Beliau juga menambahkan bahwa tim SAR gabungan terbagi menjadi 3 (tiga) SRU dimana pada SRU (Search and Rescue Unit) pertama melakukan pencarian seluas 3 Nm² disekitar lokasi kejadian dengan menggunakan Rubber boat. Kemudian untuk SRU kedua melakukan pencarian seluas 3Nm² di sebelah barat, SRU pertama dengan menggunakan Kapal Patroli Polairud, sedangkan SRU ketiga melakukan pengamatan visual dengan menyusuri garis pantai sejauh 10 KM dari lokasi kejadian.

Sebelumnya korban diketahui tenggelam karena ingin menarik perahunya yang pada saat itu dalam kondisi mati mesin bersama rekannya menuju darat. Dalam perjalanan berenangnya tiba-tiba ombak besar pun menggulung korban. Hingga akhirnya, korban tidak terlihat oleh rekannya yang sudah terlebih dahulu tiba di darat pada minggu (25/8) pukul 16.00 WIB. Proses pencarian dilakukan hingga pukul 18.00 Wib dengan hasil korban masih belum ditemukan dan dilanjutkan dengan pemantauan visual serta pencarian gabungan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (29/8) sekitar pukul 07.00 WIB. (HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : jakartaadmin
28 August 19:30 WIB