WISATAWAN BANDUNG TENGGELAM DI CURUG CIKASO


Sukabumi – Liburan menyambut Tahun Baru Cina atau biasa disebut Imlek tahun 2018 ini banyak disambut oleh masyarakat cukup meriah. Tidak hanya warga keturunan Cina yang merayakan, tapi warga Negara Indonesia lainnya pun cukup menikmati liburan tahun ini karena merupakan libur panjang dan cuti nasional. Kesempatan yang baik ini pun tidak dilewatkan untuk berkumpul bersama keluarga baik dengan wisata ke objek wisata maupun di rumah. Tidak sedikit yg menikmati liburan imlek tahun ini untuk berkunjung menuju objek wisata di luar daerah bersama teman-temannya dan tidak sedikit pula yang melewatkan kewaspadaan mereka terhadap objek wisata tersebut. Curug Cikaso adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keindahan Curug Cikaso ini ditunjukan dengan pesona air terjunnya yang sangat indah dan sangat memanjakan mata akan keindahan alam ciptaan Tuhan. Tapi di balik itu semua sebaiknya para pengunjung tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menikmati keindahan tersebut karena bukan tidak mungkin kondisi yang membahayakan jiwa bisa hadir di tengah liburan kita. Taufan Meihart Bimbuain (24) adalah seorang warga Bandung yang sedang menikmati keindahan alam bersama empat orang temannya pada jumat (16/2). Dia pun bermain di atas bebatuan sekitar Curug Cikaso hingga akhirnya korban jatuh dan tenggelam karena tidak bisa berenang pada pukul 15.30 WIB.

Informasi tersebut diterima oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Sukabumi pada jumat (16/2) malam sekitar pukul 21.15 WIB dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi. “Satu tim rescue kami kerahkan pada malam ini guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dengan dilengkapi oleh peralatan SAR air lengkap menuju lokasi kejadian.” Tegas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Sukabumi, Aulia Sholihanto. Tiba di lokasi kejadian, tim melakukan koordinasi dengan unsur yang ada di lapangan seperti BPBD Kab. Sukabumi, Koramil 2214 Surade, Polsek Surade, ACT Sukabumi, Satpol PP. Cibitung, Rapi, Teman korban, dan Masyarakat setempat. Tim melakukan perencanaan terhadap tindakan yang akan dilakukan dalam proses pencarian dan pertolongan terhadap korban yang akan dilaksanakan pada pagi hari. Pada sabtu (17/2) pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, tim mulai melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Akhirnya sekitar pukul 09.40 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak 12 M dari titik tenggelamnya korban dan selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Jampang Kulon. Dengan demikian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuannya masing-masing. (hms/rml)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : jakartaadmin
17 February 12:00 WIB