Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Profesional Sinergi Militan " Sekate Sejiwe Sewarne "


ANGIN KENCANG WARNAI PENCARIAN NELAYAN HILANG DI PERAIRAN TANJUNG PASIR


Tangerang - Tim SAR harus menghadapi cuaca buruk ketika melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Tanjung Pasir yang hilang di Perairan Tanjung Pasir. Operasi SAR dilakukan dari Kamis (3/9) pagi hingga sore tadi dengan membagi area pencarian menjadi dua SRU dimana SRU pertama melakukan pencarian dengan Perahu Karet dengan Luas Area Pencarian 1  NM², kemudian SRU kedua melakukan pencarian secara visual di pesisir daratan dengan jarak 4 KM. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Pos TNI AL Tanjung Pasir, Damkar Kosambi, Damkar Pakuaji, Polsek Teluk Naga, kecamatan Teluk Naga, PolPP Teluk naga, PMI kec. Teluk naga, Pramuka Peduli, Kedoya Rescue, Nelayan, dan Masyarakat setempat memutuskan untuk menghentikan penyisiran sekitar pukul 18.00 WIB. "Tim SAR gabungan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian hari ini namun adanya kendala angin yang cukup kencang menghambat pergerakan pada hari ini." ungkap Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Beliau juga menambahkan bahwa rencana Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Jum’at (13/11) besok pagi oleh tim SAR gabungan dan berharap kondisi cuaca baik supaya operasi SAR bisa berlangsung secara maksimal. Sebelumnya pada kamis (11/11) sekitar pukul 22.00 WIB, ketika kapal yang diawaki 3 (tiga) orang tersebut sedang melakukan aktifitasnya mencari ikan di perairan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi yang bernama Agus (50) dirinya melihat salah satu awak kapal nelayan tersebut tersangkut jaring dan jatuh ke laut, kemudian dua awak kapal lainnya berupaya menolongnya dan menyebabkan kondisi kapal tidak stabil hingga akhirnya terbalik. Saksi berusaha untuk menyelamatkan ketiga awak kapal tersebut namun tidak berhasil karena kondisi malam hari dan jarak yg lumayan jauh. Pada Kamis (12/11) sekitar pukul 03.00 WIB Tarman (60) dan Masjuk (70) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan di tengah laut perairan Teluk Naga, namun korban atas nama Didin (33) hingga saat ini masih dalam pencarian.


HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
12 November 19:00 WIB