Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Profesional Sinergi Militan " Sekate Sejiwe Sewarne "


Basarnas Jakarta Gelar Latihan SAR Daerah Terhadap Kecelakaan Kapal di Wilayah Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu


Jakarta - Telah terjadi Kecelakaan Pelayaran, kapal KM Cumi-Cumi GT 30 terbalik di perairan teluk Jakarta pada Kamis (24/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian bermula saat Kapal penangkap cumi dengan nama KM Cumi-Cumi GT 30 dengan POB (Person on Board) 17 orang diketahui berangkat dari Pelabuhan Muara Angke menuju Perairan Teluk Jakarta, dikarenakan gelombang laut yang tinggi mengakibatkan kapal cumi tersebut terbalik. 10 orang berhasil dievakuasi oleh KNP Sabuk Nusantara 66 yang sedang melintas dari Kepulauan Seribu menuju Sunda Kelapa, di perjalanan melihat 10 orang Kapal Cumi terombang-ambing dari atas lunas kapal yang terbalik.

Didapatkan informasi dari korban yang selamat bahwa crew lainnya melompat dari kapal pada saat kapal terbalik dengan menggunakan lifejacket dan memanfaatkan jerigen. Korban yang belum diketemukan sebanyak 7 (tujuh) orang, namun diduga ada 2 (dua) orang yang masih berada di kamar mesin dan tidak sempat meninggalkan kapal saat kejadian berlangsung. Informasi ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dari KSOP Sunda Kelapa. Menindaklanjuti informasi tersebut Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mengirim Tim Rescue dan berkoordinasi dengan unsur yang berada di lokasi kejadian. Dengan sigap unsur tim SAR gabungan yang terdiri dari KN SAR 246 KARNA, RIB BASARNAS, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Polres Kepulauan Seribu, Dishub DKI Jakarta, Pangkalan PLP Tanjung Priok, Kepolisian Sektor Sunda Kelapa, Pangkalan PSDKP Jakarta, KSOP Kepulauan Seribu, KSOP Muara Angke, KSOP Sunda Kelapa, Pos TNI AL Pantai Mutiara, Markas Polisi Pantai Mutiara, Polair Polda Metro Jaya, Damkar Kali Adem, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Puskesmas Kelurahan Penjaringan, RS Atma Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, BAZNAS, Rumah Zakat, Korgad, KCR, Shabawana, TBI, Squad PB, Langlang Buana, PKPU, BPBD Kab. Bekasi langsung melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Akhirnya berkat sinergitas dan koordinasi yang baik bersama tim SAR gabungan sebanyak 17 korban berhasil dievakuasi dimana 14 orang dalam keadaan selamat kemudian 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Ini adalah skenario Latihan SAR Daerah 2019 yang diadakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta pada 24 Oktober 2019 di Dermaga Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Latihan SAR Daerah 2019 ini pun diikuti oleh kurang lebih 199 peserta yang terdiri dari berbagai instansi yaitu Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta, Kepolisian Resor Kepulauan Seribu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Priok, Pangkalan PSDKP Jakarta, Stasiun Maritim BMKG Tanjung Priok, Kepolisian Sektor Sunda Kelapa, KSOP Sunda Kelapa, KSOP Kepulauan Seribu, KSOP Muara Angke, Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Puskesmas Kelurahan Penjaringan, Pos TNI AL Pantai Mutiara, Markas Polisi Pantai Mutiara, Markas Polisi Kali Adem, Damkar Kali Adem, Rumah Sakit Atma Jaya, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

“Dengan dilaksanakannya kegiatan Latihan SAR Daerah tahun 2019 ini dapat meningkatkan sinergitas dan koordinasi antar Stakeholder pencarian dan pertolongan di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu guna memaksimalkan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. ” ujar Hendra Sudirman, S.E., M.Si., selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta. Penanganan kecelakaan Kapal di perairan Teluk Jakarta belum sepenuhnya berjalan dengan maksimal dan terkoordinir dengan baik, salah satu faktornya dikarenakan kurang terpadunya penyelenggaraan operasi Pencarian dan Pertolongan mulai dari proses evakuasi hingga penanganan korban di Rumah Sakit. Kurangnya kapal nelayan yang memiliki EPIRB (Eemergency Position Indicating Radio Beacon) yang merupakan salah satu kelengkapan wajib yang harus dimiliki oleh setiap kapal agar dapat memudahkan proses pencarian dan pertolongan jika terjadi marabahaya. Maka dari itu, Latihan SAR Daerah (LATSARDA) 2019 digelar guna meningkatkan kompetensi petugas Pencarian dan Pertolongan, membina kemampuan kesiapsiagaan dan menguji prosedur pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan serta meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang baik antar stakeholder pencarian dan pertolongan di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu.
(HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
24 October 13:30 WIB