Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Profesional Sinergi Militan " Sekate Sejiwe Sewarne "


Basarnas Jakarta Gelar Rakor 2019 Guna Tingkatkan Profesionalisme dan Sinergitas dalam Pelayanan Operasi SAR


Jakarta - Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah rawan kecelakaan dan bencana, baik kecelakaan penerbangan, pelayaran, lalu lintas angkutan jalan maupun bencana yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena hal itulah, maka upaya penanggulangan kecelakaan dan bencana di Indonesia perlu ditangani secara komperhensif, multisektor, terpadu, dan terkoordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Berdasarkan sumber dari website Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2015 terdapat kurang lebih 5.200 kapal perikanan yang berasal dari DKI Jakarta kemudian dari data statistik Distrik Navigasi Tanjung Priok terdapat kurang lebih 1.300 kapal yang menggunakan AIS (Automatic Identification System) melintasi Teluk Jakarta dimana kawasan tersebut juga terdapat dua Pelabuhan yaitu Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Muara Baru. Dari data tersebut, dapat terlihat betapa tingginya lalu lintas pelayaran yang ada di kawasan Teluk Jakarta dan juga Kepulauan Seribu sehingga akan berdampak pada tingginya resiko kecelakaan kapal. Maka dari itu sebagai bentuk antisipasi terhadap kejadian tersebut, perlu diadakannya sinergitas dan kerja sama antar stakeholder dalam memberikan pelayanan SAR yang cepat dan handal. Di samping itu juga, sosialisasi terhadap penggunaan EPIRB (Emergency Positioning Indicating Radio Beacon) perlu ditingkatkan, mengingat pentingnya salah satu sarana keselamatan tersebut, guna mempermudah diketahuinya posisi ataupun lokasi keberadaan kapal apabila mengalami kecelakaan.

Dengan mengusung tema “Tingkatkan Profesionalisme dan Sinergitas dalam pelayanan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal di wilayah Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu.”,  BASARNAS Jakarta gelar Rapat Koordinasi SAR Tahun 2019 pada selasa (22/10) yang bertempat di Ballroom The Media Hotel and Tower, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Acara ini juga dihadiri oleh kurang lebih 40 instansi pemerintah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), TNI, POLRI, BUMN, serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Ketika membuka Rapat Koordinasi SAR 2019 ini, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) dan Kesiapsiagaan BASARNAS, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, menegaskan bahwa peningkatan koordinasi antar stakeholder SAR merupakan sesuatu yang sangat krusial, maka sangat diperlukan upaya-upaya penguatan tersebut melalui rapat koordinasi serta latihan SAR bersama secara berkesinambungan agar terciptanya koordinasi yang optimal baik sebelum terjadinya kecelakaan maupun saat penyelenggaraan Operasi SAR. “Belajar dari pengalaman menghadapi berbagai kejadian kecelakaan dan bencana di negara kita selama ini, maka dalam rangka penyelenggaraan pencarian dan pertolongan haruslah dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.” Tegas Jenderal Bintang Dua tersebut. Dalam akhir sambutannya, beliau menjelaskan bahwa ke depannya tantangan semakin berat, masyarakat sekarang dapat menilai terhadap apa yang sudah kita kerjakan, serta tuntutan masyarakat akan kerja tim SAR harus kita respon dengan baik dan kita ambil sebagai dorongan positif untuk selalu berlatih dan bekerja secara profesional, sinergi, dan militan.

HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
22 October 12:00 WIB