Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Profesional Sinergi Militan " Sekate Sejiwe Sewarne "


HUJAN LEBAT WARNAI PENCARIAN TERHADAP REMAJA CIAMPEA YANG TENGGELAM DI SUNGAI CISADANE


Bogor - Tim SAR gabungan harus menghadapi cuaca buruk yang cukup deras saat melakukan pencarian terhadap Miftahul Huda (18) seorang remaja yang tenggelam di Sungai Cisadane, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Operasi SAR yang dilakukan pada Kamis (13/8) pagi hingga sore tadi dengan membagi tim SAR gabungan menjadi 3 (tiga) area pencarian, dimana SRU pertama akan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga radius 2 KM dari lokasi kejadian kemudian SRU kedua melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 2 KM dan SRU ketiga akan melakukan penyelaman dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian apabila kondisi arus Sungai Cisadane memungkinkan untuk diselami. Kemudian tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Ciampea, Babinsa Ciampea, BPBD kab.Bogor, Damkar Kab.Bogor, Satpol PP, Tagana Kec. Ciampea, Perangkat Desa Ciampea, IEA, Kedoya Raya, Regacy, Dirgantara Rescue, SAR MTA, Pramuka Peduli, Pandawa Rescue, Orari, JKU Polmas, Sintas, OCC, Stasia, dan masyarakat setempat memutuskan untuk menghentikan penyisiran sekitar pukul 17.00 WIB dan melanjutkannya dengan pemantauan secara visual di sekitar lokasi kejadian.
"Tim SAR gabungan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian hari ini namun adanya kendala hujan yang cukup deras hingga debit air sungai mengalami kenaikam sekitar 60 hingga 80 CM menghambat pergerakan pada hari ini." ungkap Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Beliau juga menambahkan bahwa rencana Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Jum’at (15/8) besok pagi oleh tim SAR gabungan dan berharap kondisi cuaca baik supaya operasi SAR bisa berlangsung secara maksimal. Diketahui korban sedang berenang  bersama seorang rekannya di pinggiran Sungai Cisadane pada rabu (12/8) sore sekitar pukul 15.45 WIB. Karena terlalu asyik berenang, tanpa sadar mereka sudah ada di tengah sungai kemudian merekapun panik dan berusaha menyelamatkan diri. Rekan korban yang bernama Gilang (15) berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai sedangkan korban yang diduga panik akhirnya tenggelam dan terbawa arus Sungai Cisadane kemudian hingga kini belum ditemukan.

HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : jakartaadmin
13 August 20:00 WIB