Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Profesional Sinergi Militan " Sekate Sejiwe Sewarne "


TIM SAR GABUNGAN TUTUP PENCARIAN KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI CIBARENO


Sukabumi - Pencarian terhadap pemuda yang terseret arus di Sungai Cibareno sudah memasuki hari ketujuh pada rabu (13/7), namun korban masih belum juga ditemukan hingga malam ini. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari operasi SAR maka pencarian pada hari ini ditutup. Sebelumnya tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal hingga hari ketujuh dengan mengoptimalkan seluruh personil serta alat utama SAR menyusuri sungai hingga Muara Cibareno. Tidak hanya itu tim SAR gabungan juga telah melakukan koordinasi dengan stakeholder dan pihak-pihak terkait di sepanjang aliran sungai Cibareno apabila mendapatkan informasi tentang tanda-tanda dari korban. 

“Kami sudah melakukan upaya yang maksimal bersama unsur SAR gabungan namun korban masih belum ditemukan hingga hari ketujuh.” Ungkap Fazzli, S.A.P., M.Si., Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC). Beliau juga menegaskan bahwa akan membuka kembali operasi SAR apabila mendapatkan informasi mengenai tanda-tanda dari korban. Fazzli juga mengungkapkan terima kasih atas upaya serta sinergi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dalam melakukan upaya pencarian terhadap korban. Pihaknya juga sudah menjelaskan hal tersebut kepada keluarga korban dan mohon maaf atas segala kekurangan yang dilakukan unsur SAR gabungan ketika melakukan operasi SAR.

Adapun unsur tim SAR gabungan yang tergabung yang terlibat dalam Operasi SAR ini yaitu Pos SAR Sukabumi, Koramil Cisolok, Polsek Cisolok, Sat pol PP Kecamatan Cisolok, Kades Gunung Karamat, Polair Polres Sukabumi, P2BK BPBD Kab.Sukabumi, ACT MRI Sukabumi, SSV, CBP, FAJI Sukabumi, IEA Sukabumi, Tagana Dinsos Kab.Sukabumi, Vertical Rescue, Balawisata, Linmas Desa Gunung Keramat dan Masyarakat setempat.

Sebelumnya pada rabu (6/7) sekitar pukul 12.15 WIB di Sungai Cibareno, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban yang diketahui bernama Apit Supiana (27) pada saat itu sedang menyebrangi sungai dengan berenang untuk membeli gula semut di sebrang sungai tersebut. Ada saksi yang melihat korban terbawa arus dan sempat memberikan pertolongan dengan bambu dan sling besi namun tidak dapat dijangkau oleh korban. Tidak lama kemudian korban tenggelam.

HUMAS KANTOR SAR JAKARTA



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : jakartaadmin
13 July 19:00 WIB